Entah hanya aku atau siapapun, terkadang saat
mendengarkan lagu tentang cinta hati ini seperti ada lubang. Yah .... lubang
besar yang menganga lebar. Bukan karena kesakit hatian atau kepedihan yang
terlalu mendalam. Tapi entah mengapa sejak saat itu, sejak Tuhan seperti meraih
tanganku. Ketertarikan seperti sirna, seperti ada lubang besar yang menganga
tapi aku tak merasa sakit sedikitpun, tidak sedikitpun merasa ini menangis
lagi.
Aku dulu sama seperti remaja sekarang yang saat ini
seperti tergila-gila dengan kata "cinta". Seperti racun yang sudah
tidak lagi masuk ke hati mereka tapi sudah menembus selaput otak yang bahkan
terkadang membuat mereka tak memikirkan seorang lain. Tapi ada saatnya kau akan
menemukan seorang yang menjadikan dirimu mengatakan dia adalah "cinta
pertama". Seperti cerita di setiap drama drama korea melow,
"Kau tak akan pernah bisa melupakan cinta pertamamu, meskipun kisahnya akan berakhir seperti kertas yang dibakar api. Yang membuatmu tak akan bisa melupakannya adalah rasa yang kau rasakan saat itu, untuk pertama kalinya. Selalu segala sesuatu yang terjadi untuk pertama kalinya akan melekat kuat dalam ingatan"
Ini bukan "cinta" yang selama ini kalian
kenal. "Cinta" disini memiliki definisi lain yang lebih dalam sesuatu
yang terasa berbeda di dalam hatimu. Kau tak akan pernah merasa keberatan
menyesuaikan dirimu untuknya, membencinya dan mengaguminya. Hatimu tak akan
merasa berat untuk selalu menuntunnya. Kau akan mengenali "cinta"
saat kau merasakannya, seperti ikan salmon yang selalu tahu kemana mereka harus
kembali untuk bertelur.
Saat itu hanya aku yang menunggunya, untuk lebih dari
3 tahun. Tak seorangpun tahu, tapi entah mengapa saat aku merasakan sesuatu
yang begitu sakit, dilanda keputus asaan. Tuhan terasa semakin dekat dan
semakin dekat. Saat aku mendekatinya terasa semakin dekat dan dekat. Tuhan
seperti menggengam tanganku erat-erat dan mendengarkan apapun yang kukatakan.
Aku pernah membaca,
"Jika kau mendekatinya dia akan menjauh, Tapi jika kau dekatkan hatimu pada Tuhan, dengan sendirinya dia akan datang padamu, Tuhan Maha membolak balikkan hati"
Kau tak akan
pernah bisa membayangkan rasa ketenangan seperti apa yang Ia tawarkan padaku.
Semakin aku bingung, hilang arah, semakin Tuhan menarikku pada Nya. Aku tak
pernah membayangkan sebelumnya mengapa dan bagaimana bisa aku merasakan rasa
yang begitu nikmat, rasa yang ditawarkan oleh Nya. Kenikmatan yang sedemikian
rupa membuatku tanpa sadar kehilangan sesuatu. Lubang di hati yang menganga
sangat besat tapi seperti sudah terpenuhi oleh jaringan transparan yang tak
akan pernah bisa kau lihat tapi kau bisa merasakannya mengisi bagian berlubang
itu. Setiap orang yang melihat seperti
merasa aneh dengan lubang besar itu, tapi aku merasakan "kepenuhan"
dari lubang yang tak bisa dikatakan seberapa hancurnya. Barulah aku benar-benar
mengerti setelah sekian lama tentang arti ungkapan
“Jika kau berjalan mendekati Tuhan, Ia akan berlari kepadamu”
Sejak saat itu tanpa kusadari aku seperti tak mau
meninggalkan Nya. Hidupku untuk Nya, hatiku untuk Nya, mata dan setiap bagian
tubuhku milik Nya, dan hanya kepada Nya aku kembali. Seperti singa buas yang
merindukan cinta kasih induknya. Setiap luka yang timbul dari kehidupan
sebelumnya tetap ada, tapi seperti terisi dengan jaringan transparan yang memuhi
tubuhku. Membuatku tetap mengingat memori lama tanpa pernah merasa sakit lagi.
Untuk menjadi sebuah pelajaran hidup yang berharga. Setiap orang tidak otomatis
menjadi orang baik, sama seperti seorang ayah. Seorang ayah tidak selalu
langsung menjadi ayah yang baik saat anaknya lahir karena ini pertama kalinya,
ia hanya bias terus berjalan sambil terus belajar dari kehidupan bukan
menjadikan kesalahan sebagai memori buruk dan penyesalan.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Aku mengatakan kepada ibuku, "aku takut jika aku
menikah aku tak akan bisa melanjutkan sekolahku". Ibu tahu bagaimana aku
mencintai. Tapi ibu meyakinkanku aku akan bisa apapun yang terjadi. Aku takut
akan bertemu orang yang bisa membuatku meninggalkan segala sesuatu yang kucintai
dan bersedia hidup untuknya, meskipun aku tahu Tuhan akan mengirimkan sesuatu
yang seperti itu untuk setiap umatnya. Membaca banyak buku, berpetualan,
berjalan di sepanjang pantai sendirian, merasakan nikmatnya tidur di sebuah
meja dengan buku sebagai teman berjuang yang begitu setia. Aku takut dia akan
membuatku bertekuk lutut seketika dan membuatku merasakan "cinta"
yang membuatku merasa tak keberatan tapi disatu sisi aku seperti tak pernah
berharap pada Tuhan membutakan mataku sepenuhnya karena "cinta" itu.
Meskipun aku tak keberatan nantinya menjadi ibu dari anak-anaknya tapi untuk
membayangkannya aku seperti ketakutan, merasa sudah terpuaskan dengan cinta
Tuhan yang terlalu besar dan meruah untuk umat Nya.
Meskipun begitu apapun yang terjadi aku akan tetap
menunggu untuk Tuhan mengizinkanku menemui seseorang seperti itu. Yang menjadi
masa lalu biarlah berlalu, karena setiap orang harus terus bertarung untuk
menjafi tetap hidup. Meskipun terkadang aku tak ingin, tapi atas nama Tuhan aku
akan tetap bersamanya sepanjang hayatku, berusaha menjadi umat yang baik dan
kulakukan apapun yang kubisa untuk menjadikan diriku pantas menjadi seperti
bidadari yang diciptakan untuk orang-orang beriman oleh Nya di surga. Siapapun
orang yang akan mengganti nama belakangku nanti, hanya untuk Tuhan. Aku akan
tetap berada di jalannya. Semoga…
Label: kisah hidup, life, story
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
