Blogger Template by Blogcrowds.

Kulihat awan kelabu di ufuk barat
Ombak tenang mulai berubah
Perlahan tapi pasti
Badai mulai mendekat

Badai terus dan terus menerjang
Bahtera itu terkoyak
Tiang layarnya mulai rapuh
Dan nahkoda mulai kehilangan arah

Petir bergemuruh
Ombak menerjang tanpa henti
Saat layar hampir tak mampu lagi mengembang
Secercah cahaya terang dari ujung cakrawala menembus gelap

Nahkoda mulai tersenyum cerah
Obsesi mengekang bahtera rapuh itu
Dia bahkan tak peduli telah terkoyak badai
Dan terus melebarkan layar yang telah rapuh

Bahtera itu menerjang ombak dengan sisa layarnya yang masih utuh
Memandangi cahaya terang yang memberi petunjuk
Kemana nahkoda akan memimpin bahtera
Melabuhkan bahteranya yang terlah rapuh

Saat bahtera itu sudah terpeluk oleh obsesi
Saat bahtera itu sudah melewati badai di tengah laut
Cahaya di ujung cakrawala itu seketika hilang
Tapi kegelapan tak membuat bahtera itu karam

Bahtera itu terus menghadang ombak
Mencari cahaya dan berharap bisa berlabuh
Tapi cahaya itu tak pernah lagi ada
Tak pernah lagi menyinari bahtera rapuh itu

Hiang seketika
Dan bahtera itu karam, habis tanpa pelabuhan
Seperti hati...
Yang selalu berangan dan tak pernah memiliki

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda