Girls' Generation Yoona I Got A Boy Hairstyle
0 komentar Ditulis oleh Hayina at 2/19/2013 03:17:00 PM
Tau hairstyle gambar diatas bukan. Para pecinta KPOP pasti taulah. Cantik ya Yoona kayak aku (✿◠‿◠)
Dan berhasil kutemukan ~(‾⌣‾~)(~‾⌣‾)~
#lemparkolorsungmin
Nah berhubung aku suka banget sama hairstyle di atas. Aku coba cari tutorialnya di Youtube.Dan berhasil kutemukan ~(‾⌣‾~)(~‾⌣‾)~
Mau juga ? cek video ini deh. Dijamin puas ° ̥̣̊̇(◦'⌣'◦) ̥̣̊̇°
Dicoba langsung ya dirumah. Aku sudah coba dan hasilnya punyaku ngak rapi (˘_˘٥)
Semoga Bermanfaat . . .
Aku seorang dokter yang menangani penyakit seperti kanker. Sulit memang, melihat pasien-pasienku datang masih dengan senyuman, lalu pulang dengan tangisan, dan akhirnya beberapa waktu kemudian mereka sudah berada di ambang kematian. Meskipun kadang berhasil melihat pasienku sembuh dan terbebas dari penyakit kanker mereka
Dulu aku orang yang dingin. Aku tak terlalu perduli dengan sekitar. Di usian semuda ini, dengan muka oriental yang kumiliki karena memang ayahku adalah warga asli korea selatan, orang-orang bilang aku hebat. Tapi aku cenderung dingin, karena itu terkadang orang-orang menghindariku. Lalu ku dengan dunia sedang di serang virus Kpop atau Korean pop. Sejak itu ada beberapa pasien remaja yang berusaha mendekatiku, meskipun terkadang ada pasien yang akhirnya menyerah karena sifat dinginku. Tapi ada seorang pasienku berumur 15 tahun, yang selalu mendekatiku setiap saat. Ironis memang melihat remaja berumur 15 tahun sudah terkena kanker. Jika aku bertanya kenapa dia begitu menyukaiku, dia selalu menjawabnya dengan jawaban yang sama "aku percaya dokter itu baik, dan dokter juga tampan, yang peling penting aku KPOPers" dan tersenyum manis kearahku.
Inilah awal dimana aku berubah. Meskipun umurnya baru 15 tahun, tapi aku tak percaya dia begitu dewasa, meskipun terkadang sifat kekanakannya muncul. Itu maklum karena memang usianya baru 15 tahun. Dia sudah tinggal di rumah sakit tempatku bekerja selama 2 bulan. Warga rumah sakit pun mengenalnya dengan baik. Karena dia memang anak yang ramah dan baik. Dia sering berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit yang berada di belakang, tak jauh dari kamarnya. Dari jendela kamarnya pun terlihat pemandangan taman. Tapi dia selalu ingin kesana, meskipun dia kesulitan berjalan dan melihat karena kanker yang dia derita. Dia tak terlalu terlihat seperti orang sakit, karena dia anak yang selalu ceria dan tak mudah mengeluh. Dia pernah mengeluh sekali kepadaku, tapi itu bukan karena penyakitnya, itu karena ibunya tak mau membelikannya majalah edisi khusus SHINee di toko majalah. Dia menceritakan padaku banyak hal yang bahkan terkadang aku tak tahu. Dia menceritakanku tentang peri, bunga, malaikat, luar angkasa, Leonardo da vinci, music dan banyak sekali. Dia sering begadang untuk membaca buku. Meskipun sebenarnya dia kesulitan melihat. Biasanya saat akan pulag bekerja, dia menungguku di depan ruang istirahat dokter. Dan dia selalu mengucapkan selamat jalan. Jika ada yang mengunjunginya dia selalu memperkenalkanku pada tamu-tamunya. Dia terkadang berlari sambil menarik tangan temannya dan memanggil-manggil diriku, "dokter kim !! tunggu !! Ini temanku !!". dia banyak memberiku semangat untuk hidup lebih baik, padahal aku yang seharusnya memberinya semangat. Kata-katanya yang tak pernah kulupakan "aku percaya pada keajaiban jika kita berusaha, dokter. Aku percaya jika kita berusaha, pasti ada saatnya kita akan mendapat apa yang kita mau". Dia sangat suka menggambar dan membuat komik. Saat selesai mengerjakannya biasanya dia akan menguploadnya ke blog yang sudah 5 tahun lalu dia buat. Dia selalu memintaku untuk melihat dan membaca komik buatannya. Komiknya pun kuakui lucu-lucu dan penuh dengan pelajaran hidup. Dia selalu membuat 2 komik. Satu komik berseri tentang hidup dan penyakitnya, yang kedua komik lepas tentang apapun yang dia igin buat. Aku selalu tersentuh dengan komik tentang hidup dan penyakitnya itu. Aku berpikir kenapa tuhan memberinya penyakit ini, sedangkan dia anak yang begitu baik. Aku semakin tersentuh saat dia menanyakan sesuatu padaku. "dokter, apa dokter berpikir kenapa aku diberi penyakit ini ?". "em.. ya, bagaimana kau tahu ?". "setiap orang bertanya padaku, apa dokter benar-benar ingin tahu kanapa ?". "ya aku ingin". "itu karena, tuhan begitu menyayangiku, meskipun hidupku bisa dihitung berapa lama, tapi tuhan berikan padaku hal yang begitu indah, hidup yang begitu sempurna. Saat aku sakitpun tuhan berikan padaku dokter yang sangat tampan seperti dokter kim. Yang kebetulan sekali aku seorang KPOPes. Haha…" dia tertawa kearahku seperti tak memiliki beban dalam hidupnya. "apa kau tak takut jika kau akan mati ?". "tentu saja tidak, untuk apa ? aku sudah siap, hidupku sudah sempurna, jadi aku sudah siap untuk mati kapanpun juga, aku bahagia" kata-kata terakhir saat dia mengucapkannya angin berhembus lewat jendela menerbangkan gorden yang tergantung di sana. Memuat cahaya menyinari wajahnya yang manis dan tegar. Jantungku berdebar kencang, tapi sangat tak mungkin jika aku jatuh cinta pada pasien kecilku ini. Mungkin aku hanya tersentuh, pikirku. "kau tahu ? kau salah satu pasienku yang paling berkesan" aku tersenyum manis padanya. "haha… nan thagonan ch'ejiliya (aku terlahir untuk ini)"
2 bulan kemudian……
Dia tak bisa berjaalan, dia tak bisa melihat, dia kesulitan bernafas, mendengar dan berbicara. Tapi dia selalu mecoba memanggilku dengan sisa-sisa tenaganya. Aku terenyuh, dan dia mencoba memberiku sekantung bibit bunga matahari, karena dia tahu aku begitu menyukai bunga matahari, tapi aku tak pernah sempat untuk membelinya di too bunga. Tangannya bergetar hebat saat dia menggenggam dan berusaha menaruh kantong itu di tanganku. Dan dia berbicara "dok.. ter.. kim… ha.. rus.. men. .ja.. di.. ora… ng…yang… ba… ik…". Dan aku berjanji akan menanamnya di taman rumahku.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, sekitar pukul 2 dini hari, handphoneku berdering. Saatku dengar suara di seberang sana. Aku terkejut tak bisa berkata apa-apa dan segera mengambil jubbah putihku, berlari menuju mobil dan segera pergi. Saat aku sampai di sana, sekuat tenaga aku berlari sekencang-kencangnya. Saat sampai aku sudah mendapati pasien kecilku sekarat, dia sudah kesusahan bernafas. Aku menggenggam tangannya. Dia membuka sedikit matanya, "dokter kim" dan dia tersenyum padaku. Air mataku hampir mengalir. Dan….
TIT………..
TIDAK !! aku berteriak di dalam hatiku. Aku panik dan mencoba menggunakan alat pemacu jantung untuk mencoba membangunkannya beberapa kali. Ibu dan ayahnya menangis dan berkata padaku "sudahlah dokter… sudah.. biarkan dia pergi…". Aku pergi berlari keluar dari ruangan itu. Air mataku mengalir. TUHAN KENAPA KAU AMBIL DIA !! aku berteriak di dalam hatiku. Sesaat aku jatuh tersimpuh di samping mobilku, menangis terseduh-seduh, sendirian dini hari itu
2 tahun berlalu….
Saat kubuka pintu mobilku kulihat salju yang putih bersih masih memenuhi halaman rumahku. Angin yang kurindukan datang. Dingin, mengingatkanku pada seseorang, pasien kucilku yang sangat menyukai salju, meninggal 2 tahun 10 hari yang lalu. Aku masuk kedalam rumahku dan melihat sebuah amplop cokelat besar yang tergeletak di sofa. Ku lihat ini surat yang sudah dikirim 1 tahun 7 bulan 10 hari yang lalu. Kubuka amplop itu ternyata isinya buku seukuran kertas HVS A4 yang di depannya ada secarik kertas yang tertempel.
Maafkan aku dokter Kim. Aku baru menemukan buku ini beberapa bulan setelah anakku meninggal. Aku tak tahu, ternyata cerita komik ini adalah edisi terakhir dari komik yang anakku buat khusus untuk anda. Dan dia tak mengupload komik ini ke blognya. Kurasa anda harus membacanya. Komik ini selesai dia buat 2 bulan sebelum dia meninggal. Kuharap anda bisa menyimpannya untuk anda sendiri, untuk saya, dan anak saya tercinta. Kamsahamnida..
Mulai kubaca komik itu, setiap halaman semakin membuatku teringat akan sosok pasien kecilku itu. Hatiku bergetar dan aku hampir menangis membaca komik halaman terakhir. Dihalaman terakhir komik tanpa gambar kubaca sepotong pesan.
Annyeong Haseyo… (hallo)
Komik ini kubuat khusus untukmu Dokter Kim. Semoga ibuku dapat menemukan dan memberikannya dapamu setelah aku meninggal nanti. Maafkan aku jika aku membuatmu sedikit kesulitan menanganiku yang bandel ini. Aku bahagia seperti apa yang pernah kukatakan pada dokter. Di akhir hidupkupun tuhan masih mengizinkanku untuk masih dapat menulis pesan ini untuk orang yang kucintai.
Saranghaeyo (aku mencintaimu) , Dokter Kim..
Mungkin kau menganggap ini lucu, seorang pasien jatuh cinta pada dokter yang merawatnya. Haha… Aku tahu mengapa tuhan tak mengizinkanku untuk menyatakan perasaanku padamu. Karena mungkin ini terlalu aneh, dan tak mungkin seorang dokter muda tampan dan berbakat akan jatuh cinta pada seorang anak kecil berumur 15 tahun yang menderita kanker dan akan meninggal sebentar lagi.
Cintaku ini bukan cinta seperti pasien kepada dokter. Tapi lebih kapada wanita yang mencintai seorang pria idamannya. Dan mungkin ini cinta pertama dan terakhirku.
Geogjongma, Itjanna Oppa..(Aku ada di sampingmu kakak)
Geogjongma, Itjanna Oppa..(Aku ada di sampingmu kakak)
Sekali lagi kukatakan kamahamnida (terima kasih) Dokter Kim
AKU BAHAGIA…
Saranghaeyo…(aku mencintaimu)
Air mataku jatuh, Tuhan terima kasih kau pertemukan aku dengannya. Dia begitu berharga bagiku terima kasih kau jadikan aku cinta pertama dan terakhirnya. Kau berikan dia padaku untuk mengajarkan aku suatu hal. Semangat hidup dan Kebahagiaan datang dari dalam diri kita sendiri….
@@@
Hari itu aku datang ke makam pasien kecilku. Kutaruh bunga mawar terbaik yang sengaja kubeli untuk menghiasi makamnya. Aku berdoa di depan makamnya.
Tuhan, biarkan dia bahagia sampai kapanpun dan tak pernah berakhir. Izinkan aku menjadi saksinya suatu hari nanti di hari akhir nanti, bahwa kebaikannya begitu besar dan membuatku sadar akan kesalahanku selama ini.dan itu sama sekali tidak dapat terbalaskan, sekalipun kuberikan nyawaku untuknya tuhan…
Angin musim semi semakin kencang kurasakan saat mulai kutinggalkan makam pasien kecilku ini. Dan hari-hari selanjutnya sakura mulai tumbuh. Aku pergi ketaman sakura untuk sekedar duduk sambil membawa beberapa makanan kecil, termos teh, dan komik kesayanganku. Mulai kubaca lagi komik itu di bawah pohon sakura yang dipenuhi warna merah muda yang begitu indah. Sakura itu berguguran saat angin bertiup lembut. Dan aku mulai merasakan dia duduk tersenyum di sampingku.
@@@
Musim panas tiba, bunga matahari itu menari nari tertiup angin musim panas. Kuingat tepat hari ini 4 tahun yang lalu, bunga matahari itu masih berbentuk bibit di dalam sebuah kantong kain berwarna biru. 4 tahun lalu aku masih bersama dengan pasien kecilku, hari ini aku bersama dengan orang yang berbeda. Seorang wanita bodoh, yang entah bagaimana bisa dia mejadi perawat dengan otaknya itu. Dia memiliki semangat yang tinggi sama seperti pasien kecilku 4 tahun lalu. Sekalipun dia bodoh, dia menawan di mataku karena semangatnya itu. Dan aku sekarang bisa mengatakan kata-kata yang sama, dengan apa yang diucapkan pasien kecilku, aku bahagia….. kamsahamnida….
@@@
Label: cerpen, cerpen korea, fanfiction, FF
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)


